Karat merupakan hasil oksidasi dari suatu barang yang berasal dari bahan dasar berupa besi ataupun logam. Salah satu penyebab terjadinya pengaratan karena pelembaban. Alhasil tak jarang kita temui barang-barang keseharian kita berkarat karena jarang terpakai. Hal ini sangat mengganggu karena barang terlihat menjijikkan. Apalagi ketik barang tersebut berupa perabotan rumah tangga. Sudah tentu keberadaan karat membuat kita risih.
Berikut beberapa tips menghilangkan karat dengan mudah:
1. Menggunakan Oli Bekas
Oli bekas menurut kebanyakan orang merupakan limbah sisa yang tak dapat kita manfaatkan lagi. Namun sebenarnya oli bekas juga mempunyai manfaat yaitu dapat kita jadikan sebagi penghilang karat. Adapun caranya cukup mudah. Pertama ambillah atau siapkan oli bekas secukupnya kemudian lumurkankan oli bekas tersebut kepada permukaan dengan menggunakan kuas. Diamkan beberapa saat menunggu oli bekas bereaksi.
Ketika dirasa cukup dan karat terlihat memudar maka gosoklah permukaan menggunakan spoons yang terbuat dari aluminium dengan agak menekan agar mendapatkan hasil yang baik. Ketika dirasa belum cukup maka ulangilah sampai karat benar-benar hilang. Kemudian bersihkan sisa-sisa gosokan tersebut menggunakan kain.
2. Menggunakan Cuka
Cuka merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk menghilangkan karat. Caranya cukup mudah siapkan cuka secukupnya kemudian tuangkan pada bagian karat yang akan kita bersihkan atau rendamlah barang tersebut dengan menggunakan cuka. Kemudian diamkan beberapa menit agar karat memudar.
Setelah dirasa cukup dan karat mulai terlihat memudar maka siapkan spoons berbahan aluminium lalu gosokan spoons tersebut pada bagian yang berkarat. Ulangi beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Setelah itu bilaslah menggunakan air bersih.
3. Menggunakan Amplas
Menghilangkan karat dengan menggunaan amplas merupakan cara yang paling lazim digunakan. Karena fungsi amlpas ialah untuk menghaluskan atau mengikis. Selain itu amplas juga banyak dijumpai di toko-toko materjal sehingga cukup mudah untuk Mendapatkannya.
Cara kerjanya ialah siapkan amplas terlebih dahulu, lalu gosok-gosokan amplas tersebut pada bagian permukaan yang hendak kita bersihkan dengan cara menekan. Karena dalam tekhnik mengamplas semakin kuat menekan semakin maksimal pula hasilnya. Untuk menghasilkan yang terbaik ulangi berkali-kali hingga permukaan terlihat bersih.
Apa yang diketahui seseorang, dalam artian penting, apabila bergantung pada pengalaman pribadi sendiri
Kamis, 30 November 2017
Selasa, 28 November 2017
Moral Sampah
Negeriku belakangan kembali mengalami krisis yang hebat, mulai dari krisis pangan hingga krisis kejujuran. Krisis pangan yang mengakibatkan saudara-saudara kami kelaparan, sedangkan krisis kejujuran ialah modal penyambung untuk mengantarkan pada krisis pangan.
Sahabatku, tengoklah keluar! Buka matamu lebar-lebar. Lihat dan resapi apa yang terjadi di sana! Tidakkah kau lihat ulah siapa itu? Beribu manusia kelaparan, menggantungkan hidupnya di jalanan. Mereka yang dirumah sibuk menangisi diri sendiri. Sang ibu menggendong anaknya, sang bapak bersandar di pundak ibu. Lihatlah tungku mereka.. adakah bara api yang menyala?
Wahai sahabatku lihatlah! Apa yang telah engkau lakukan untuk mereka.. sudahkah membantu ataukah merusak kehidupan mereka. Sahabatku ayo bantu mereka. Hentikan perbuatan-perbuatan kita yang dapat menyusahkan mereka. Mari ulurkan tangan, berikan senyum pada mereka. Wahai pejabat, konglomerat, pemegang tahta rakyat. Kami titipkan kepercayaan ini kepadamu. Patuhi sumpahmu! Tepati janjimu.
Jangan biarkan ada darah, jangan biarkan ada luka. Negri kami bukanlah sarang penyamun, bukan pula sarang kecoa. Bukan tong sampah ataupun pembuangan sisa-sisa limbah. Jangan kau tutup nuranimu, bersihkan akal sehatmu. Tahan rasa laparmu demi kami.
Tegakkan hukum setegak-tegaknya, karna banyak kasus pelanggaran hukum di negeri ini karena adanya penyimpangan dalam mentaati aturan yanga ada. Jangan biarkan ini terus terulang. Jangan biarkan hukum melemah dan hilangnya norma keadilan.
Untuk apa gunanya sekolah tinggi kalau ujung-ujungnya korupsi. Bertahun-tahun mengikuti pendidikan namun tujuannya adalah nilai. Bukankah pendidikan sejatinya adalah menghilangkan dahaga dari ketidaktahuan menjadi tahu. Bukan dari lapar menjadi kenyang. Jangan nodai bangu sekolah dengan sikap-sikapmu.
Wahai penguasa beserta sahabat-sahabat karibmu, tanamkan pada diri kalian sifat jujur sejujur-jujurnya. Kami tahu bahwa hidup zaman ini memang susah. Untuk jujur saja susah apalagi untuk saling peduli. Entah kenapa kejujuran menjadi ancama? Zaman ini memang aneh, kejujura di cela dan dihina. Di anggap tak gaul tak mengikuti tren zaman. Kami gantungkan nasib kami kepadamu.
Pemimpin adalah pemegang tahta kerakyatan, pemegang amanat, pemegang cita-cita. Janganlah kau hina kami cela kami. Jangan biarkan dirimu menjadi rakus bagaikan bagai kambing yang sedang kelaparan. Ayo tegakkan kejujuran dan keadilan, perangilah kejahatan dan kebathilan. Tak usah takut ataupun gentar, kami ada di belakangmu. Doa kami menyertaimu. Ingatlah kelak engkau akan dimintai pertanggung jawabmu di hadapan sang Pencipta.
Tanamkanlah pada diri kita semua bahwasanya berbuat baik itu baik. Dan itu harus diterakan meskipun sakit. Karena kejujuran adalah kebaikan.
Sahabatku, tengoklah keluar! Buka matamu lebar-lebar. Lihat dan resapi apa yang terjadi di sana! Tidakkah kau lihat ulah siapa itu? Beribu manusia kelaparan, menggantungkan hidupnya di jalanan. Mereka yang dirumah sibuk menangisi diri sendiri. Sang ibu menggendong anaknya, sang bapak bersandar di pundak ibu. Lihatlah tungku mereka.. adakah bara api yang menyala?
Wahai sahabatku lihatlah! Apa yang telah engkau lakukan untuk mereka.. sudahkah membantu ataukah merusak kehidupan mereka. Sahabatku ayo bantu mereka. Hentikan perbuatan-perbuatan kita yang dapat menyusahkan mereka. Mari ulurkan tangan, berikan senyum pada mereka. Wahai pejabat, konglomerat, pemegang tahta rakyat. Kami titipkan kepercayaan ini kepadamu. Patuhi sumpahmu! Tepati janjimu.
Jangan biarkan ada darah, jangan biarkan ada luka. Negri kami bukanlah sarang penyamun, bukan pula sarang kecoa. Bukan tong sampah ataupun pembuangan sisa-sisa limbah. Jangan kau tutup nuranimu, bersihkan akal sehatmu. Tahan rasa laparmu demi kami.
Tegakkan hukum setegak-tegaknya, karna banyak kasus pelanggaran hukum di negeri ini karena adanya penyimpangan dalam mentaati aturan yanga ada. Jangan biarkan ini terus terulang. Jangan biarkan hukum melemah dan hilangnya norma keadilan.
Untuk apa gunanya sekolah tinggi kalau ujung-ujungnya korupsi. Bertahun-tahun mengikuti pendidikan namun tujuannya adalah nilai. Bukankah pendidikan sejatinya adalah menghilangkan dahaga dari ketidaktahuan menjadi tahu. Bukan dari lapar menjadi kenyang. Jangan nodai bangu sekolah dengan sikap-sikapmu.
Wahai penguasa beserta sahabat-sahabat karibmu, tanamkan pada diri kalian sifat jujur sejujur-jujurnya. Kami tahu bahwa hidup zaman ini memang susah. Untuk jujur saja susah apalagi untuk saling peduli. Entah kenapa kejujuran menjadi ancama? Zaman ini memang aneh, kejujura di cela dan dihina. Di anggap tak gaul tak mengikuti tren zaman. Kami gantungkan nasib kami kepadamu.
Pemimpin adalah pemegang tahta kerakyatan, pemegang amanat, pemegang cita-cita. Janganlah kau hina kami cela kami. Jangan biarkan dirimu menjadi rakus bagaikan bagai kambing yang sedang kelaparan. Ayo tegakkan kejujuran dan keadilan, perangilah kejahatan dan kebathilan. Tak usah takut ataupun gentar, kami ada di belakangmu. Doa kami menyertaimu. Ingatlah kelak engkau akan dimintai pertanggung jawabmu di hadapan sang Pencipta.
Tanamkanlah pada diri kita semua bahwasanya berbuat baik itu baik. Dan itu harus diterakan meskipun sakit. Karena kejujuran adalah kebaikan.
Kamis, 23 November 2017
Kiat-Kiat Menuju Kesuksesan
Setiap orang siapa yang tidak menginginkan kesuksesan? Barang tentu
pasti memiliki keinginan untuk sukses. Karna tiap manusia pasti memiliki tujuan
yang mana tujuan itu ingin cepat tercapai. Dan atas ketercapaian keinginan
itulah yang dinamakan sukses.
Mencapai kesuksesan bukanlah hal mudah, sebab harus dibarengi
dengan beberapa sikap. Mungkin bagi mereka yang mengagap dirinya tidak sukses
itu berasal dari diri sendiri. Sebab mereka tidak mengetahui apa yang harus
dilakukannya. Sehigga mereka merasa gagal dalam capaian-capain keinginannya.
Ada beberapa hal yang mungkin dapat diperhatikan untuk tercapainya
suatu kesuksesan:
- Do’a
Berdo’a merupakan modal utama bagi setiap manusia. Karena tiap
manusia dalam segala urusannya itu bukan ditentukan oleh dirinya sendiri
melainkan oleh sang Maha Kuasa. Kita ada adalah karenaNya, dan segala urusan kita
ada pada kehendakNya. Sebab dalam ajaran islam kita juga dituntut untuk berdo’a.
Mohonlah apa yang kita inginkan cepat terkabul, karna sesungguhnya setiap do’a
itu pasti terkabul hanya soal waktu tentang kapan itu terjadi.
- Usaha
Dalam meraih kesuksesan do’a saja tidak cukup, perlu adanya dibarengi dengan usaha. Karna setiap
keinginan tanpa usaha itu mustahil. Sebagai contoh semisal kita lapar dan kita
menghendaki makan, tidak mungkin semerta-merta makanan akan datang dan masuk
kedalam mulut dengan sendirinya dan perlu
adanya usaha yaitu bantuan berupa tangan. Selain itu dalam hadis juga telah
disebutkan yang artinya” Barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan
kesungguhannya itu”.
- Tawakal
Tawakal juga hal yang harus diperhatikan, sebab do’a dan usaha saja belumlah cukup. Setelah kita
memohon pada Sang Pencipta dan berusaha semampu kita ini belum final. Setelah itu
pasrahkanlah semua kepadaNya karna kita telah berusaha dan berdo’a. Janganlah
putus asa, yakinlah bahwa Allah pasti akan memberikan apa yang terbaik bagi
kita.
- Sedekah
Hal ini perlu diperhatikan, sebab dalam kehidupan sehari-hari kita
sering melupakan masalah sedekah. Sebenarnya untuk apa sih sedekah itu? Sedekah
adalah suatu hal perkata perbuatan ataupun barang yang kita keluarkan untuk
orang lain yang membutuhkannya. Maka dari itu mulailah dari sekarang kita tingkatkan
rasa dermawan kita, bantulah sekeliling kita orang-orang yang membutuhkan. Karna
kita yakin bahwa hal yang kita keluarkan untuk orang lain tidaklah percuma. Pada
dasarnya itulah tabungan kita kelak di hari selanjutnya. Kemudian tanamkanlah
pada diri kita bahwa berbuat baik itu baik.
Rabu, 22 November 2017
Membangun Keluarga Harmonis
Menurut Stinnet dan De Frain (Hawari, 2004) mengemukakan enam aspek mengenai keharmonisan keluarga, yaitu :
1.Menciptakan kehidupan beragama.
Menciptakan kehidupan beragama sangatlah penting karena dalam beragama distu didalamnya terdapat norma-norma terkait moral dan etika. Dari beberapa penelitian mengemukakan bahwa suatu keluarga kurang religius maka dalam kehidupannya sering terdapat penyimpangan dan pertentangan antar keluarga. Ketika pertentangan tersebut menimbulkan keributan maka anak-anak akan merasa risih sehingga tidak nyaman untuk tinggal dirumah, dan kemungkinan anak akan mencari tempat lain yang sekiranya membuat nyaman dibandingkan dengan tempat tinggalnya sendiri.
2. Mempunyai waktu bersama keluarga
Keluarga sudah seharusnya memiliki waktu untuk berkumpul bareng, entah sekedar berkumpul, ngobrol, makan-makan dan menemani anak untuk bermain dan mendengarkan cerita-cerita mereka. Dengan seperti ini anak akan merasakan yang namanya kasih sayang dan perhatian dari orang tua sehingga anak merasa betah tinggal di rumah.
3. Mempunyai komunikasi yang baik antar anggota keluarga
Rasa aman dalam usia remaja akan tercipta ketika dalam keluarganya terjalin kerukunan. Selain itu terjalinnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak yang dimana melalui komunikasi ini permasalahan seorang anak dapat terpecahkan entah masalah yang timbul dari diri sendiri ataupun akibat dari luar. Selain itu orang tua juga harus mampu berperan sebagai teman dengan tujuan agar anak lebih bebas untuk berkeluhkesah mengenai masalahnya. sebab dengan seorang teman kita merasa bebas untuk menceritakan semu problem yang ada.
4. Saling menghargai antar sesama anggota keluarga
Keluarga adalah tempat paling pertama untuk mendapatkan pendidikan termasuk pendidikan tentang menghargai sesama anggota keluarga ataupun orang lain. Keluarga harus mampu menghargai perbedaan terkait prinsip dan juga mengajarkan interaksi dengan lingkungan luas sedini mungkin.
5. Kualitas dan kuantitas konflik yang minim.
Suatu keluarga yang didalamnya sering terjadi perselisihan dan percekcokan maka suasana dalam keluarga tidak akan nyaman lagi. Dalam keluarga harmonis setiap anggota keluarga berusaha menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan mencari penyelesaian terbaik dari setiap permasalahan tanpa adanya amarah.
6. adanya hubungan erat antar anggota keluarga
Dalam suatu keluarga hubungan komunikasi sangat dibutuhkan. perlu adanya kerukunan dan penyambungan rasa kekeluargaan sehingga suatu keluarga dapat dijadikan tempat yang paling utama dalam kehidupan masing-masing individu.
1.Menciptakan kehidupan beragama.
Menciptakan kehidupan beragama sangatlah penting karena dalam beragama distu didalamnya terdapat norma-norma terkait moral dan etika. Dari beberapa penelitian mengemukakan bahwa suatu keluarga kurang religius maka dalam kehidupannya sering terdapat penyimpangan dan pertentangan antar keluarga. Ketika pertentangan tersebut menimbulkan keributan maka anak-anak akan merasa risih sehingga tidak nyaman untuk tinggal dirumah, dan kemungkinan anak akan mencari tempat lain yang sekiranya membuat nyaman dibandingkan dengan tempat tinggalnya sendiri.
2. Mempunyai waktu bersama keluarga
Keluarga sudah seharusnya memiliki waktu untuk berkumpul bareng, entah sekedar berkumpul, ngobrol, makan-makan dan menemani anak untuk bermain dan mendengarkan cerita-cerita mereka. Dengan seperti ini anak akan merasakan yang namanya kasih sayang dan perhatian dari orang tua sehingga anak merasa betah tinggal di rumah.
3. Mempunyai komunikasi yang baik antar anggota keluarga
Rasa aman dalam usia remaja akan tercipta ketika dalam keluarganya terjalin kerukunan. Selain itu terjalinnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak yang dimana melalui komunikasi ini permasalahan seorang anak dapat terpecahkan entah masalah yang timbul dari diri sendiri ataupun akibat dari luar. Selain itu orang tua juga harus mampu berperan sebagai teman dengan tujuan agar anak lebih bebas untuk berkeluhkesah mengenai masalahnya. sebab dengan seorang teman kita merasa bebas untuk menceritakan semu problem yang ada.
4. Saling menghargai antar sesama anggota keluarga
Keluarga adalah tempat paling pertama untuk mendapatkan pendidikan termasuk pendidikan tentang menghargai sesama anggota keluarga ataupun orang lain. Keluarga harus mampu menghargai perbedaan terkait prinsip dan juga mengajarkan interaksi dengan lingkungan luas sedini mungkin.
5. Kualitas dan kuantitas konflik yang minim.
Suatu keluarga yang didalamnya sering terjadi perselisihan dan percekcokan maka suasana dalam keluarga tidak akan nyaman lagi. Dalam keluarga harmonis setiap anggota keluarga berusaha menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan mencari penyelesaian terbaik dari setiap permasalahan tanpa adanya amarah.
6. adanya hubungan erat antar anggota keluarga
Dalam suatu keluarga hubungan komunikasi sangat dibutuhkan. perlu adanya kerukunan dan penyambungan rasa kekeluargaan sehingga suatu keluarga dapat dijadikan tempat yang paling utama dalam kehidupan masing-masing individu.
Kamis, 05 Juni 2014
Resume Buku Gerakan Moderen Islam Indonesia (1900-1942)
GERAKAN MODEREN ISLAM INDONESIA (1900- 1942)
Buku ini membicarakan tentang pergerakan Islam di Indonesia antara
tahun 1900-1942 yang ditulis olehDeliarNoer. Dimana bukuberasal dari
disertasi penulis untuk program doktor pada Univertsitas Cornell di Ithaca,
N.Y. Perkembangan masyarakat, pemikiran dan gerakan kecuali yang bersifat
formal, tidaklah muncul atau berhenti pada satu patokan tahun, melainkan
biasanya mengandung proses awal atau
akhir yang menyebar dalam waktu yang relative panjang. Tahun 1942 adalah tahun
pergantian penguasa di Indonesia, dari tangan Belanda ke tangan Jepang.
Gerakan moderen islam di Indonesia seperti yang dibicarakan oleh
buku ini, tidaklah mulai tahun 1911 dengan berdirinya Sarikat Dagang Islam,
atau tahun 1912 dengan berdirinyas Muhammadiah, atau tahun 1906 dengan
terbitnya majalah AL-Iman (di Singapura), atau tahun 1911 dengan
terbitnya majalahAl-Munir di Padang, atau tahun 1909 dengan dibangunya sekolah Adabiah
di kota tersebut, atau tahun 1905 dengan berdirinya sekolah Jamiat Khair
(Djami’at Chair) di Jakarta. Tahun inilah tahun – tahun resmi berdirinya
organisasi, sekolah atau terbitnya majalah yang bersangkutan. Namun pemikiran,
gerakan permulaan, entah berupa ajakan entah berupa anjuran, baik dari
perorangan atau kelompok masyarakat umumnya lebih dahulu dari tahun – tahun di
atas.
Pada pergantian abad ini orang-orang Indonesia mulai menyadari
bahwa mereka tidak mungkin berkompetensi
dengan kekuatan-kekuatan yang menantang dari pihak Kolonialisme Belanda, dan
mereka mulai menyadari diperlukan adanya suatu perubahan.
Dalambukuini
dimulai pada Bab I dan Bab II yang membicarakan pengenalan dan
pertumbuhan pemikiran dan kegiatan pembaharuan Islam yang umumnya dapat dibagi
menjadi dua bagian besar, yaitu gerakan pendidikan dan sosial di satu pihak dan
gerakan politik di pihak lain. Bagian pertama akan meliputi asal-usul dan
pertumbuhan gerakan itu di Minangkabau dan dikalangan masyarakat Arab,seperti
yang diluncurkanoleh Perserikatan Ulama, Muhamadiyahdan Persatuan Islam.
Gerakan moderen Islam dimulai dari daerah-daerah,
karena peranan daerah sendiri dianggap
sangat penting dalam penyebaran cita-cita pembaruan ke daerah-daerah lain.Dalam pembahasan ini dimulai dari
Daerah Minangkabau
Seorang pelopor dalam gerakan pembaharuan di Minangkabau adalah Syaikh
Ahmad Khatib, yang telah menyebarkan atas pikiran-pikirannya dari Makkah.
Mengenai masalah di Minangkabau Syaikh Ahmad Khatib menentang dan menolak kebiasaan-
kebiasaan seperti berjalannya tarekat Naqsabandiyah dan menentang peraturan adat
yaitu hak waris. Kedua masalah ini juga terus menerus ditentang oleh para
pembaharu. Di antaranya yaitu Syaikh Muhammad Taher Jalaluddin, Syaikh Muhammad
Djamil Djambek, Haji Abdul Karim Amrullahdan Haji Abdullah Ahmad.
Asal-Usul Gerakan moderen Islam muncul jauh sebelum dibentuknya
Sarekat Dagang Islam pada tahun 1911 atau Muhammadiyah pada tahun 1912.
Kemunculannya dimulai dengan gerakan permulaan seperti berupa ajakan dan
anjuran baik dari perorangan atau kelompok masyarakat. Gerakan pembaruan di
Minangkabau memang mempunyai suatu sifat tersendiri yang pada umumnya diwarnai
oleh sifat politik. Banyak diantara pemimpinnya dibuang oleh pemerintah Belanda.
Seorang diantara pemimpin pembaru itu adalah Haji Rasul yang tidak pernah
bergabung pada organisasi manapun juga, tapi malah dituduh oleh pemerintah
Belanda sebagai seseorang yang mengganggu ketertiban dan ketentraman.
Masyarakat
Arab
Orang-orang Arab mempunyai hubungan baik dengan masyarakat
Indonesia dikarenakan adanya kesamaan dalam beragama dan juga ibu-ibunya
berasal dari Indonesia. Hubungan mereka kebanyakan dengan penduduk di desa
sebagai pedagang. Masyarakat Arab di Indonesia dibagi menjadi dua golongan
yaitu sayid dan bukan sayid. Suatu langkah pertama yang dilakukan untuk
memperbaiki keadaan mereka adalah dengan melalui bidang pendidikan.
Ketidak senangan terhadap Belanda menyebabkan mereka untuk tidak
menyekolahkan anak-anaknya pada sekolah Belanda, selain itu juga
sekolah-sekolah ini tidak mencukupi untuk memenuhi keperluan pendidikan
penduduk pada umumnya. Oleh sebab itu didirikanlah sebuah organisasi
Al-Jam’iyat al-Khairiyah, yang dikenal Jamiat Khair di Jakarta pada tanggal 17
Juli 1905. Organisasi ini terbuka untuk setiap muslim, tetapi mayoritas
anggotanya adalah orang Arab.
Sekolah dasar Jamiat Khair didirikan tahun 1905. Sekolah ini
mengundang guru-guru dari daerah lain, dan dari luar negeri seperti Al-Hasjimi,
ia datang ke Indonesia memperkenalkan gerakan kepanduan dan juga olahraga dalam
lingkungan Jamiat Khair. Organisasi ini dimulai dengan bentuk moderen dalam
masyarakat Islam.
Pembaharuan dalam lingkungan masyarakat Arab kemudian dilanjutkan
oleh Al-Irsyad yang didirikan oleh kebanyakan pedagang. Perpecahan dari
golongan Sayid selama masa jajahan sepertinya tidak pulih kembali. Kebencian
dari pendiri Al-Irsyad terhadap Sayid digambarkan dengan kebijakan bahwa seorang Sayid tidak boleh menduduki
pengurus.
Persyarikatan Ulama
Suatu gerakan pembaharu di Majalengka, Jawa Barat yang kemudian
berkembang menjadi Persyarikatan Ulama, dimulai pada tahun 1911 atas inisiatif
Haji Abulhalim yang lahir di Ciberelang Majalengka. Seperti
organisasi-organisasi lain, sejak awal berdirinya juga menyelenggarakan tabligh
sekitar tahun 1930 menerbitkan majalah
dan brosur sebagai media penyebaran cita-citanya dan organisasi ini berteguh
pada madzhab Syafi’i.
Muhammadiyah
Organisasi yang didirikan pada tanggal 18 November 1912 di
Yogyakarta oleh KH. Ahmad Dahlan atas saran-saran muridnya dan dan beberapa
anggota Budi Utomo untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan yang bersifat
permanen. Organisasi ini mempunyai maksud untuk menyebarkan ajaran Kanjeng Nabi
Muhammad SAW. Daerah operasinya diperluas setelah tahun 1917. Sekitar tahun
1920 perluasan Muhammadiyah ke luar Yogyakarta. Kekurangan sekolah yang
didirikan oleh pemerintah Belanda di Indonesia merupakan salah satu motivasi
untuk mendirikan organisasi. Organisasi-organisasi Islam di Yogyakarta ditantang
pula oleh kehadiran missi Kristen dalam lingkungannya. Pihak Muhammadiyah
berusaha untuk menghentikan perkembangan hasil missi ini dengan mencontoh
cara-cara kegiatan mereka. Maka dilancarkanlah pekerjaan-pekerjaan social dan
gerakan kapanduan.
Persatuan Islam
Persatuan Islam (Persis) didirikan di Bandung pada permulaan tahun
1920. Ketika orang-orang Islam didaerah lain telah lebih dulu maju dalam berusaha
untuk mengadakan pembaharuan dalam agama. Selain pendidikan Islam, Persis juga
mendirikan sebuah pesantren.
Sarekat Islam 1911-1942
Asal usul dan pertumbuhan gerakan politik di kalangan Muslimin di
Indonesia dapat dikatakan identik dengan asal usul dan pertumbuhan Sarekat
Islam terutama pada dua puluh tahun pertama sejak didirikan. Perkembangan
sarekat Islam dapat dibagi dalam 4 bagian: periode pertama, dari 1911 – 1916
yang memberi corak dan bentuk bagi partai tersebut; kedua, dari 1916 – 1921
yang dapat dikatakan merupakan periode puncak; ketiga, dari 1921 – 1927,
periode konsolidasi.
Dalam periode ini partai tersebut bersaing keras dengan golongan
Komunis, di samping juga mengalami tekanan yang dilancarkan oleh pemerintah
Belanda. Dan keempat, dari 1927 – 1942, yang memperlihatkan usaha partai untuk
tetap mempetahankan eksistensinya di forum politik Indonesia. Didirikan di Solo
pada tanggal 11 November 1912 tumbuh atas organisasi yang bernama Sarekat
Dadang Islam.Tujuan didirikannya adalah untuk membangun kebangsaan.
Pertumbuhan dan perkembangan gerakan Islam di Indonesia mengalami
berbagai macam kesukaran dan hambatan. Sebagian hambatan berasal dari pihak
Belanda dan sebagian lain dari pihak masyarakat Indonesia sendiri. Dari pihak
Belanda ,sikap Belanda terhadap Islam di Indonesia tidak tetap. Di satu pihak
Islam dilihat sebagai agama, dan katanya pemerintah netral terhadap ini. Tetapi
sebaliknya, pemerintah Belanda pun mengambil sikap diskriminatif dengan memberi
kelonggaran kepada kalangan missionaris Kristen lebih banyak, termasuk bantuan
uang. Pemerintah juga melarang banyak kegiatan missionaris Islam didaerah
animisme, sedangkan missionaris kristen leluasa masuk.
Salah satu cara yang dipergunakan oleh pihak Belanda untuk
mengawasi Islam di Indonesia, terutama di Jawa, ialah peraturan yang
dikeluarkan dalam tahun 1905 tentang pendidikan agama Islam. Peraturan ini
mengharuskan adanya izin tertulis dari bupati atau pejabat yang sama
kedudukannya tentang pendidikan agama Islam. Izin ini mengemukakan secara
terperinci sifat dari pendidikan itu. Guru agama yang bersangkutan harus
membuat daftar dari murid-muridnya menurut bentuk tertentu yang harus
dikirimkan secara periodik kepada kepala daerah bersangkutan.
Bupati atau pejabat yang sama kedudukannya hendaklah mengawasi dan mengecek
apakah guru agama tersebut bertindak sesuai dengan izin yang diberikan.
Peraturan ini mudah dijalankan bagi sekolah yang memiliki organisasi yang baik,
tetapi tidak demikian halnya dengan pesantren yang tidak memiliki administrasi
seperti ini, tidak mencatat nama dari seluruh santri mereka ataupun staf
pengajar mereka. Banyak dari para guru agama itu tidak dapat membaca dan
menulis huruf latin.
Demikianlah pengawasan yang secara terus menerus itu dianggap oleh
para guru agama membatasi kemerdekaan mereka tetapi peraturan ini secara
berangsur-angsur berubah setelah berdirinya Sarekat Islam yang mengadakan
kongres Al-Islam pada tahun 1926 yang menolak cara pengawasan dan menganggap
bahwa pemberitahuan secara periodik tentang kurikulum, guru-guru dan murid-murid
sebagai beban berat, terutama bagi masyarakat madrasah dan lembaga pendidikan
Islam lain yang tidak mempunyai biaya untuk menyelenggarakan administrasi
sekolah dengan baik.
Tentang peraturan yang khusus ini, Sarekat Islam sendiri tidak
mengemukakan pendapatnya sampai tahun 1922 melalui kongres Al- Islam. Pada
tahun 1917 partai ini telah memberikan perhatian pada persoalan pendidikan pada
umumnya dan menuntut kepada pemerintah agar mencabut peraturan-peraturan yang
dapat menghambat penyebaran Islam.
Reaksi yang dihadapi oleh kalangan pembaharu dalam masyarakat
Indonesia datan dari dua pihak: yaitu dari kalangan tradisi yang merasa
berkeyakinan bahwa mereka juga mendasar kegiatannya pada Islam dan kalangan
bangsa sendiri yang walaupun pada umumnya beragama Islam namun banyak mengambil
sikap netral terhadap agama sampai kepada sikap tidak peduli terhadap agama.
Golongan tradisi tidak pula senantiasa berdiam diri dan bersikap statis. Mereka
pun mengadakan perubahan dalam kalangan mereka, pada mulanya dengan
mengorganisasi diri dalam Nahdatul Ulama (1926) dan Persatuan Tarbiyah
Islamiyah (1929) dan juga dengan mengadakan perubahan lain.
Mereka mengadakan peerubahan dalam sekolah yang mereka dirikan
dengan memperkenalkan sistem kelas disertai kurikulum. Mereka mencontoh
cara-cara kalangan modern dalam berpropaganda, seperti mengadakan Tabligh,
mereka juga menerbitkan majalahdan brosur. Dalam tahun 1935 Perti malah
memperkuat pendapat terdahulu di kalangan modern Islam bahwa harta pendapatan
harus tunduk pada hukum faraidh.
Bila perubahan-perubahan ini telah masuk ke kalangan tradisi,
tidaklah lama kalangan, tradisi dan modern itu. Kedua pihak memang tetap dalam
pendirian masing-masing dalam beberapa masalah agama, tetapi mereka pun mulai
menyadari bahwa dasar ajaran mereka, seperti dibakukan dalam rukun Islam dan
rukun Iman, adalahsama.
Kedua pihak mulai menyadari bahwa perbedaan mereka terletak dalam
soal furu’, sedangkan dalam hal pokok, usul, mereka sepaham. Oleh sebab itu
sekitar tahun 1935 mereka mualai berseru pada perlunya persatuan, dengan
mengemukakan perlunya toleransi, serta tekanan bahwa mereka tergolong sama
sesaudara. Banyak diantara mereka mengadakan perjalanan propaganda bersama
untuk kepentingan Islam dan sebagai cermin dari pendekatan bersatu yang
dilakukan. Dalam waktu itu telah pula terdapat pengakuan bersama bahwa Islam
meliputi agama maupun soal-soal masyarakat, termasuk politik.
Hal ini jelas kelihatan setelah MIAI (Majelis Islam A’alaa
Indonesia) terbentuk di Surabaya pada tanggal 21 September tahun 1937 , atas
inisiatif Kiyai Haji Mas Mansur dari Muhammadiyah , Kiyai Haji Muhammad Dahlan
dan Kiyai Wahab Hasbullah dari Nahdatul Ulama, serta W. Wondoawiseno dari
Sarekat Islam. Adalah suatu federasi yang didukung baik oleh kalangan modern
maupun oleh kalangan tradisi. Jumlah anggotanya pun bertambah, yang awalnya
dari tujuh pada tahun 1937 menjadi duapuluh satu pada tahun 1941. Tetapi,
tentang persatuan bukanlah masalah yang mudah bagi MIAI ini. Hal ini muncul
dengan adanya dua hal kejadian, pertama tentang Nahdlatul Ulama, tetapi ini
dapat diatasi, kedua tentang Ahmadiyah Lahore yang tetap berada diluar
federasi.
MIAI tidak dapat membatasi diri semata-mata pada masalah agama.
Situasi politik Indonesia dan tuntutan yang kian bertambah dari pergerakan
kemerdekaan pada umumnya, terutama untuk mendirikan parlemen Indonesia dan
akhirnya kemerdekaan, menyebabkan federasi ini mengeluarkan pendapat dan
pernyataan yang bersifat politik. Secara tidak langsung, golongan tradisi,
sekurang-kurangnya yang bergabung dengan MIAI harus juga memikirkan
masalah-masalah ini. Maka sekitar tahun 1940 perluasan pengertian tentang Islam
dari bidang agama ke bidang sosial dan politik telah sama-sama dijumpai, baik
pada kalangan modern maupun tradisi. Mereka pun bersama-sama mengadakan
tuntutan dan kegiatan politik.
Dari bab-bab yang ada pada buku ini dapat disimpulkan bahwa gerakan
pembaharuan Islam di Indonesia merupakan suatu proses yang tidak akan berakhir.
Gerakan pembaharuan Islam mulai berakar pada pergantian abad yang lalu.
Berkembang dari masa ke masa dalam waktu empat puluh tahun, pada tahun 1940
gerakan Islam telah pasti berada di Indonesia.
Gerakan-gerakan ini berasal dari kelompok-kelompok kecil yang
mulanya terpisah satu sama lain. Gerakan ini juga sering mendapatkan kesulitan
seperti; pertikaian antar kelompok atau golongan, antara pribadi, dan dalam
soal ajaran dan ideologi. Namun pada akhirnya gerakan-gerakan ini mampu berdiri
kokoh dalam pergerakan nasional.
Suatu hal yang menyebabkan perpisahan antara partai Islam dengan
partai-partai yang netral agama sekitar tahun 1930 ialah pendapat partai yang
akhir ini tentang Islam umumnya. PPPKI yang dipimpi oleh Sukarno dan
kawan-kawannya mengumandangkan persatuan terlepas dan tidak perduli dengan
terhadap prinsip lain.
Terhadap sifat kebangsaan yang seperti ini Salim dari Sarekat Islam
memberikan peringatan kepada rakyat agar hati-hati dan sadar diri. Menurut
Salim, dalam mencintai tanah air hendaklah seorang menempatkan cita rohaniahnya
diatas tujuan kebendaannya.
Rabu, 08 Mei 2013
Pengertian Paper
Pengertian Paper adalah sebagian dari makalah. Dalam hal ini perbedaannya ialah tujuan pembuatan karya dan unsur-unsur yang terkandung didalamnya. Tujuan pembuatan paper biasanya guna memenuhi tuntutan dalam perkuliahan yakni tugas pembuatan paper yang diberikan dosen dengan tujuan untuk mengetahui kapasitas pengetahuan seorang mahasiswa dalam bidang tertentu.
Unsur-unsur Dalam Pembuatan Paper
a. Halaman sampul
Dalam halaman sampul ini didalamnya termuat tentang poin-poin tentang judul, tujuan pembuatan, nama penulis, nama lembaga, kota tempat membuat paper, dan tahun pembuatan paper.
Contoh:
PERANAN LINGKUNGAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK
PAPER
diajukan sebagai tugas mata kuliah.. .Dosen Pengampu oleh Bapak/Ibu....
NIM..............................
Logo (jika ada)
Fakultas... Jurusan....
Tahun
b. KATA PENGANTAR
Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah Ta'ala yang telah memberikan rahmat kepada kita semua. Salawat serta salam kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad Sallallahu-alaihiwassalam yang telah mengantarkan kepada kiat zaman kemajuan ini dan semoga kelak kita mendapatkan syafaatny di hari akhir amin. Alhamdulillah berkat rahmatNya akhirnya paper ini dapat terselesaikan. Paper ini penulis pesembahkan pada dosen pengampu mata kuliah... Bapak/Ibu... sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah tersebut. Tidak lupa Penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang telah berjasa mencurahkan ilmu kepada penulis mengajar....
Penulis memohon kepada Bapak/Ibu dosen khususnya, dan umumnya para pembaca apabila menemukan kesalahan atau kekurangan dalam karya tulis ini, baik dari segi bahasanya maupun isi, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun kepada semua pembaca demi lebih baiknya karya-karya tulis yang akan datang.
Yogyakarta, 3 Agustus 2013
Penulis
c. Daftar isi
Daftar isi hampir sama dengan kerangka karangan, yaitu memuat bagian-bagian yang dibahas. Hanya saja dalam daftar isi ada nomor halamannya. Maksudnya untuk mempermudah pembaca mengecek atau mencari bagian-bagian tertentu. Dalam daftar isi, dari hal-hal yang dinomori ke nomor halaman tidak boleh memakai titik-titik.
d. Bab I Pendahuluan
e. Bab II Pembahasan
f. Bab III Simpulan
Simpulan merupakan jawaban atas masalah-masalah pada bab kesatu, baik yang tersurat maupun tersirat di akhir latar belakang masalah.
3. Daftar Pustaka
Contoh daftar pustaka:
DAFTAR PUSTAKA
Jauhari, Heri dkk.2005. Kaidah dan Latihan Bahasa Indonesia.Bandung: Pusbinsa UIN Sunan Gunung Djati.
Sukma, Fitri. Menyikapi Rancangan Undang-Undang Pornografi Pomoaksi. Pikiran Rakyat. Him. 15. Tgl. 25 Mei 2006.
Tarigan, Djago.1996. Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya. Bandung: Angkasa
4. Langkah membuat paper
a. Menentukan ide
b. Menentukan topik karangan
c. Membuat tesis
d. Membuat judul
e. Membuat pendahuluan pada bab ke-1
f. Membahas masalah pada bab ke-2
g. Membuat simpulan pada bab ke-3
h. Membuat daftar pustaka
i. Membuat daftar isi
j. Membuat kata pengantar
k. Membuat halaman sampul
Sekian... Selamat mencoba
Unsur-unsur Dalam Pembuatan Paper
a. Halaman sampul
Dalam halaman sampul ini didalamnya termuat tentang poin-poin tentang judul, tujuan pembuatan, nama penulis, nama lembaga, kota tempat membuat paper, dan tahun pembuatan paper.
Contoh:
PERANAN LINGKUNGAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK
PAPER
diajukan sebagai tugas mata kuliah.. .Dosen Pengampu oleh Bapak/Ibu....
NIM..............................
Logo (jika ada)
Fakultas... Jurusan....
Tahun
b. KATA PENGANTAR
Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah Ta'ala yang telah memberikan rahmat kepada kita semua. Salawat serta salam kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad Sallallahu-alaihiwassalam yang telah mengantarkan kepada kiat zaman kemajuan ini dan semoga kelak kita mendapatkan syafaatny di hari akhir amin. Alhamdulillah berkat rahmatNya akhirnya paper ini dapat terselesaikan. Paper ini penulis pesembahkan pada dosen pengampu mata kuliah... Bapak/Ibu... sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah tersebut. Tidak lupa Penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang telah berjasa mencurahkan ilmu kepada penulis mengajar....
Penulis memohon kepada Bapak/Ibu dosen khususnya, dan umumnya para pembaca apabila menemukan kesalahan atau kekurangan dalam karya tulis ini, baik dari segi bahasanya maupun isi, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun kepada semua pembaca demi lebih baiknya karya-karya tulis yang akan datang.
Yogyakarta, 3 Agustus 2013
Penulis
c. Daftar isi
Daftar isi hampir sama dengan kerangka karangan, yaitu memuat bagian-bagian yang dibahas. Hanya saja dalam daftar isi ada nomor halamannya. Maksudnya untuk mempermudah pembaca mengecek atau mencari bagian-bagian tertentu. Dalam daftar isi, dari hal-hal yang dinomori ke nomor halaman tidak boleh memakai titik-titik.
d. Bab I Pendahuluan
e. Bab II Pembahasan
f. Bab III Simpulan
Simpulan merupakan jawaban atas masalah-masalah pada bab kesatu, baik yang tersurat maupun tersirat di akhir latar belakang masalah.
3. Daftar Pustaka
Contoh daftar pustaka:
DAFTAR PUSTAKA
Jauhari, Heri dkk.2005. Kaidah dan Latihan Bahasa Indonesia.Bandung: Pusbinsa UIN Sunan Gunung Djati.
Sukma, Fitri. Menyikapi Rancangan Undang-Undang Pornografi Pomoaksi. Pikiran Rakyat. Him. 15. Tgl. 25 Mei 2006.
Tarigan, Djago.1996. Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya. Bandung: Angkasa
4. Langkah membuat paper
a. Menentukan ide
b. Menentukan topik karangan
c. Membuat tesis
d. Membuat judul
e. Membuat pendahuluan pada bab ke-1
f. Membahas masalah pada bab ke-2
g. Membuat simpulan pada bab ke-3
h. Membuat daftar pustaka
i. Membuat daftar isi
j. Membuat kata pengantar
k. Membuat halaman sampul
Sekian... Selamat mencoba
Langganan:
Postingan (Atom)